ANALISIS KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH KOTA PAYAKUMBUH TAHUN 2021-2025

Authors

  • Siska Yulia Defitri Universitas Mahaputra Muhammad Yamin, Sumatera Barat, Indonesia Author
  • Juita Syukraini Universitas Mahaputra Muhammad Yamin, Sumatera Barat, Indonesia Author
  • Hielda Indriani Putri Universitas Mahaputra Muhammad Yamin, Sumatera Barat, Indonesia Author
  • Regianta Audri Wulandari Universitas Mahaputra Muhammad Yamin, Sumatera Barat, Indonesia Author
  • Nur Aliffa Putri M M Universitas Mahaputra Muhammad Yamin, Sumatera Barat, Indonesia Author
  • Trisya Arsyabil Universitas Mahaputra Muhammad Yamin, Sumatera Barat, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.62207/cp6tfm12

Keywords:

Kinerja Keuangan Daerah; Rasio Kemandirian; Rasio Efektivitas; Rasio Efisiensi; Pendapatan Asli Daerah (PAD); Kota Payakumbuh

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan Pemerintah Kota Payakumbuh melalui rasio kemandirian, rasio efektivitas, dan rasio efisiensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) selama periode 2021–2025. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang berasal dari Laporan Realisasi Anggaran (LRA) Kota Payakumbuh. Analisis dilakukan dengan membandingkan hasil perhitungan rasio keuangan dengan kriteria penilaian yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata rasio kemandirian keuangan daerah Kota Payakumbuh sebesar 22,64%, yang termasuk kategori rendah sekali dengan pola hubungan instruktif. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan daerah dalam membiayai kebutuhan pemerintahan dan pembangunan masih sangat bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Di sisi lain, rata-rata rasio efektivitas PAD sebesar 107,67%, yang termasuk kategori sangat efektif, menunjukkan bahwa realisasi PAD selalu melampaui target yang ditetapkan. Selain itu, rata-rata rasio efisiensi PAD sebesar 4,67%, yang termasuk kategori sangat efisien, mengindikasikan bahwa biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh PAD relatif kecil dibandingkan dengan pendapatan yang berhasil direalisasikan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kinerja pengelolaan PAD Pemerintah Kota Payakumbuh tergolong sangat baik dari aspek efektivitas dan efisiensi. Namun, tingkat kemandirian keuangan daerah masih rendah sehingga diperlukan upaya optimalisasi sumber-sumber PAD guna mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer dan meningkatkan kemampuan pembiayaan daerah secara mandiri.

References

Adi, R. W. (2017). ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH PADA REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH PROVINSI DI YOGYAKARTA TAHUN 2010-2015.

Desanty, R., Putri, A., & Manajemen, M. (2025). Pengaruh Pendapatan Asli Daerah dan Dana Perimbangan Terhadap Kemandirian Keuangan Daerah Dengan alokasi Belanja Modal Sebagai Variabel Mediasi ( Studi Kasus Pemerintah Kota Payakumbuh tahun. 3, 1033–1050.

Fahmi. (2012). Analisis Kinerja Keuangan.

Deswita, R., Ariany, R., Teknologi, I., Agus, H., & Bukittinggi, S. (2024). PAYAKUMBUH SELATAN KOTA PAYAKUMBUH. 7(3), 1303–1316.

Remanta, O., Ramadhan, P. R., Pembangunan, U., & Budi, P. (2024). Jurnal Akuntansi, Manajemen dan Ilmu Manajemen (JASMIEN) Volume 05 Nomor 04 Tahun 2024. 05, 457–465.

Mardiasmo. (2009). Akuntansi Sektor Publik.

Scott. (2015). Financial Accounting Theory.

Supriyono. (2018). Akuntansi Keperilakuan.

Zuripal2), S. A. (2023). Analisis Kinerja Keuangan Daerah Sebelum dan Setelah Implementasi Transaksi Non Tunai Pada Pemerintah Daerah Kota Payakumbuh. 381–394.

Downloads

Published

2026-07-06

How to Cite

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH KOTA PAYAKUMBUH TAHUN 2021-2025. (2026). Accounting Studies and Tax Journal (COUNT), 3(7), 937-945. https://doi.org/10.62207/cp6tfm12