RELASI ANTARA BUDAYA DAN POLA KONSUMSI SAGU (SINONGGI) BAGI SUKU TOLAKI, SULAWESI TENGGARA (STUDI ANTROPOLOGI GIZI)
DOI:
https://doi.org/10.62207/38h8sm44Keywords:
Antropologi gizi; budaya pangan; ketahanan pangan; sinonggi; saguAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pangan lokal sebagai bagian dari identitas budaya dan ketahanan pangan masyarakat di tengah modernisasi pola konsumsi masyarakat. Salah satu pangan tradisional yang masih dipertahankan oleh masyarakat Tolaki di Sulawesi Tenggara adalah sinonggi yang berbahan dasar sagu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relasi antara budaya dan pola konsumsi sinonggi bagi Suku Tolaki dalam perspektif antropologi gizi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tokoh masyarakat, pelaku usaha kuliner, dan masyarakat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinonggi tidak hanya dikonsumsi sebagai makanan pokok tradisional, tetapi juga memiliki makna sosial dan budaya melalui tradisi makan bersama, penyajian dalam acara adat, serta simbol penghormatan terhadap tamu. Penelitian juga menemukan adanya perubahan pola konsumsi pada generasi muda yang mulai beralih ke nasi dan makanan modern akibat pengaruh modernisasi. Selain itu, sinonggi memiliki nilai penting dalam mendukung ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat lokal melalui pengembangan usaha kuliner berbasis sagu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsumsi sinonggi merepresentasikan hubungan antara budaya, identitas sosial, dan pemanfaatan pangan lokal pada masyarakat Tolaki di Sulawesi Tenggara.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Saasa Saasa, Rasma Rasma (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/?ref=chooser-v1











