NILAI-NILAI FILOSOFIS PESTA BABI (BAKAR BATU/BARAPEN) DI PAPUA: KAJIAN PERSATUAN, KESETARAAN, KEADILAN DISTRIBUTIF, PERDAMAIAN, DAN IDENTITAS BUDAYA
DOI:
https://doi.org/10.62207/gfc6f197Keywords:
Pesta Babi; Bakar Batu; Barapen; nilai filosofis; budaya Papua; keadilan distributif; perdamaian; identitas budayaAbstract
Pesta Babi, yang dikenal luas dengan sebutan Bakar Batu atau Barapen, merupakan tradisi adat yang telah berlangsung secara turun-temurun di kalangan masyarakat pegunungan Papua, khususnya suku Dani, Lani, dan Yali. Ritual ini bukan sekadar peristiwa kuliner atau pertunjukan budaya, melainkan sebuah sistem nilai filosofis yang terintegrasi ke dalam struktur sosial, spiritual, dan politik komunitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis lima nilai filosofis fundamental yang terkandung dalam Pesta Babi, yaitu persatuan dan gotong royong, kesetaraan, keadilan distributif, perdamaian, dan identitas budaya, serta menjelaskan keterkaitan sistemik antara nilai tersebut. Penelitian menggunakan metode kajian pustaka (library research) dengan pendekatan analisis antropologi kultural terhadap sumber-sumber primer dan sekunder mengenai tradisi Bakar Batu. Hasil kajian menunjukkan bahwa kelima nilai tersebut saling berkelindan dalam satu kesatuan sistem sirkulasi: gotong royong melahirkan persatuan, persatuan menuntut kesetaraan, kesetaraan diatur oleh keadilan distributif, keadilan distributif memungkinkan tercapainya perdamaian, dan perdamaian memperkuat identitas budaya yang pada gilirannya memotivasi gotong royong pada generasi berikutnya. Sistem nilai ini berfungsi sebagai mekanisme integrasi sosial, resolusi konflik, dan transmisi pengetahuan antargenerasi. Penelitian ini juga menemukan bahwa Pesta Babi tetap relevan dalam konteks kontemporer sebagai landasan pembangunan berbasis masyarakat, diplomasi budaya, dan pariwisata berkelanjutan, sebagaimana tampak pada penyelenggaraan Festival Budaya Lembah Baliem. Namun demikian, arus globalisasi, urbanisasi, dan migrasi generasi muda ke perkotaan menimbulkan tantangan serius terhadap kelestarian nilai-nilai tersebut. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan pelestarian adaptif yang mempertahankan esensi filosofis sembari mengakomodasi perubahan sosial, melalui dokumentasi akademik, integrasi ke dalam kurikulum pendidikan formal, dan pengelolaan pariwisata berbasis komunitas.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Yohakim Tekege (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/?ref=chooser-v1











