INKARNASI KRISTUS SEBAGAI MODEL MISI BAGI KAUM TERMARGINAL: KOMUNITAS KAUM TULI DI MANADO
DOI:
https://doi.org/10.62207/v996xe84Keywords:
Inkarnasi Kristus; Komunitas Tuli; Misi Inklusif; Teologi Disabilitas; Bahasa Isyarat; Misiologis Kontekstual; Embodied CommunicationAbstract
Penelitian ini mengkaji bagaimana teologi inkarnasi Kristus dapat menjadi model misi yang kontekstual dan transformatif bagi komunitas Tuli di Manado sebagai kelompok termarjinalkan secara sosial, budaya, dan eklesial. Menggunakan pendekatan tinjauan teologis naratif, studi ini mensintesis literatur teologi inkarnasi, teologi disabilitas, Deaf studies, dan misiologi kontekstual, serta menganalisis realitas marginalisasi yang dialami komunitas Tuli di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa inkarnasi, sebagai kehadiran Allah yang berwujud tubuh dan berkomunikasi secara kontekstual, menyediakan paradigma misi yang relevan bagi budaya visual-linguistik komunitas Tuli. Integrasi ini memperluas pemahaman teologis tentang tubuh, bahasa isyarat, dan identitas Deaf sebagai ekspresi gambar Tuhan. Penelitian ini menawarkan model misi inkarnasional yang meliputi komunikasi embodied, partisipasi setara, liturgi visual, dan pendekatan pemberdayaan. Temuan ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis bagi gereja-gereja lokal dalam mengembangkan pelayanan yang inklusif dan berkeadilan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Luosje Treesje Luas (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/?ref=chooser-v1











