OPTIMALISASI VIDEO PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS KEARIFAN LOKAL: PENGUATAN LITERASI DAN KARAKTER SISWA SD
DOI:
https://doi.org/10.62207/qytp3p92Keywords:
video pembelajaran; kearifan lokal; Bahasa Indonesia; literasi; karakter; sekolah dasar.Abstract
Penguatan literasi dan karakter merupakan dua aspek penting yang perlu dikembangkan secara berkelanjutan pada jenjang sekolah dasar. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan media pembelajaran yang mampu menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual, menarik, dan bermakna. Video pembelajaran berbasis kearifan lokal menjadi alternatif media yang tidak hanya mendukung pencapaian kompetensi Bahasa Indonesia, tetapi juga memperkenalkan budaya daerah sekaligus menanamkan aspek-aspek moralitas dan nilai karakter pada peserta didik. Pemanfaatan video pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis kearifan lokal dalam penguatan literasi dan karakter siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di SD Negeri Gendurek, Kabupaten Banyumas. Subjek penelitian terdiri atas satu guru kelas IV dan lima siswa kelas IV yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan guru dan siswa. Tahapan operasional kualitatif yang meliputi kondensasi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan diterapkan sebagai teknik analisis dengan merujuk pada Miles, Huberman, dan Saldana. Guna memperkuat kredibilitas hasil analisis tersebut, pemeriksaan keabsahan instrumen dan data dilakukan dengan memanfaatkan metode triangulasi sumber dengan membandingkan informasi antara guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video implementasi model pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai daerah berkontribusi signifikan dalam menghadirkan pengalaman instruksional yang lebih autentik serta relevan dengan realitas sosial siswa, meningkatkan partisipasi siswa, serta mempermudah pemahaman terhadap materi cerita narasi. Sebagian besar siswa mampu mengidentifikasi tokoh, alur, latar, konflik, dan amanat cerita serta menceritakan kembali isi cerita menggunakan bahasa mereka sendiri. Selain itu, siswa mampu menguraikan secara kritis komponen nilai-nilai kepribadian yang tertanam sebagai pesan edukatif di dalam video tersebut seperti keberanian, kepedulian, kejujuran, tanggung jawab, sikap saling menghargai, dan kerendahan hati. Nilai-nilai tersebut tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi juga dihubungkan oleh siswa dengan perilaku yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Guru menilai bahwa penggunaan video membantu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif melalui kegiatan diskusi dan refleksi, meskipun masih terdapat kendala berupa keterbatasan sarana pembelajaran dan variasi kemampuan literasi antarsiswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa efektivitas media video tidak hanya ditentukan oleh kualitas media, tetapi juga oleh strategi guru dalam mengintegrasikan media dengan kegiatan pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif peserta didik. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa gambaran empiris mengenai pemanfaatan video pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis kearifan lokal dari perspektif guru dan siswa, sehingga melengkapi penelitian terdahulu yang umumnya berfokus pada pengembangan media atau pengujian efektivitasnya. Dengan demikian, video pembelajaran berbasis kearifan lokal dapat dijadikan sebagai salah satu inovasi pembelajaran yang mendukung penguatan literasi, pembentukan karakter, pelestarian budaya lokal, dan pengembangan pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Khusnan Ali Sofian (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/?ref=chooser-v1












