DEMOKRASI VS SYURA DALAM HUKUM TATA NEGARA ISLAM: REKONSTRUKSI KONSEPTUAL DALAM KETATANEGARAAN INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.62207/ya11fr30Keywords:
Demokrasi, Syura, Hukum Tata Negara Islam, Rekonstruksi Konseptual, IndonesiaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara demokrasi dan syura dalam hukum tata negara Islam serta merekonstruksi keduanya dalam konteks ketatanegaraan Indonesia. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada realitas bahwa Indonesia menganut sistem demokrasi dengan mayoritas penduduk Muslim, sehingga membuka peluang integrasi antara nilai demokrasi modern dan prinsip-prinsip Islam. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis. Data diperoleh dari berbagai literatur seperti, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan dengan mengkaji konsep demokrasi dan syura, serta mengidentifikasi persamaan, perbedaan, dan potensi integrasi keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa demokrasi dan syura memiliki titik temu dalam prinsip partisipasi kolektif dan keadilan, meskipun berbeda dalam sumber kedaulatan. Demokrasi cenderung bersifat prosedural, sedangkan syura menekankan dimensi moral dan spiritual. Oleh karena itu, rekonstruksi keduanya menjadi penting untuk menciptakan sistem ketatanegaraan yang lebih integratif. Integrasi nilai-nilai syura ke dalam praktik demokrasi di Indonesia diharapkan mampu memperkuat kualitas demokrasi yang tidak hanya berorientasi pada legitimasi kekuasaan, tetapi juga pada kemaslahatan dan keadilan substantif.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mubarak Mubarak, Ferdiansa Syaputra, Kurniati Kurniati (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
This work is licensed under CC BY-NC 4.0











