TRANSFORMASI USAHA KULINER TRADISIONAL MENJADI BERDAYA SAING MELALUI BRANDING DAN DIGITALISASI PADA WISATA ANGGUR MAHA ASYIK
DOI:
https://doi.org/10.62207/amdpyk13Keywords:
Branding, Digitalisasi, UMKM kulinerAbstract
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian, khususnya pada sektor kuliner tradisional yang memiliki nilai budaya tinggi. Namun, di era digital saat ini, banyak pelaku UMKM masih menghadapi kendala dalam aspek branding dan pemanfaatan teknologi digital, sehingga daya saing usaha menjadi terbatas. Wisata Anggur Maha Asyik merupakan salah satu usaha kuliner yang memiliki potensi berkembang, tetapi belum memiliki identitas visual yang kuat dan belum optimal dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian Mandiri Kemitraan Masyarakat ini bertujuan untuk mentransformasi usaha kuliner tradisional menjadi lebih berdaya saing melalui penguatan branding dan digitalisasi. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, dan pendampingan dengan pendekatan partisipatif dan aplikatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan mitra dalam membangun identitas visual usaha serta mengelola media sosial sebagai sarana pemasaran. Mitra juga mulai aktif memanfaatkan platform digital seperti Instagram dan Google Maps untuk meningkatkan visibilitas usaha. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas mitra dalam branding dan digitalisasi serta mendukung pengembangan usaha secara berkelanjutan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jonni Hamonangan Silaen, Supaino Supaino, Rehulina Bangun, Diena Fadhilah, Sulaiman Ahmad (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/?ref=chooser-v1











